DATA INVENTARIS LABORATORIUM BIOLOGI

DATA INVENTARIS LABORATORIUM BIOLOGI

Lab 1 Lab 2
1 . Altimeter 1.Water bath
  1. Ph Meter
2.Lemari Kaca
  1. Soil Tester
3.Apar
  1. Preparat Awetan
4.Ruang Asam
  1. Lux Meter
5.Corong buchner
  1. Barometer
6.Kompor Listrik
  1. Jangka Sorong
7.Meja Dinding
  1. Luope
8.Pipet
  1. Neraca
9.Mikroskop
10.Kompas
11.Termometer
12. Higrometer
13. Lemari pendingin
14. Patung organ tubuh/Torso
15. Bunsen
16. Tata tertip praktikan pada lab.Biologi
17. Papan Tulis
18. Sup Kontak
19. Tabung firemax
20. Oven
21. Lemari Arsip
22. Stirrer
23. Coloni counter
24. Timbangan digital
25. Inkubator
26. Buret
27. Cawan petri
28. Beker glass
29. Autoklaf
30. Gelas kimia
31. Labu ukur
32. Spatula

Contoh Alat lab.1:

  1. 1.      Altimeter

Fungsi                         :  Mengukur Ketinggian

Cara Penyimpanan     :  Lemari Kaca yang tertutup

Cara Kerja                  :   -Letakkan altimeter di atas permukaan tanah

-Melihat skala yang ada pada altimeter

Prinsip kerja                : Alat yang menggunakan prinsip kerja tekanan udara (barometrik), yaitu setiap ketinggian memiliki lapisan udara dan tekanan yang berbeda-beda

  1. 2.      Ph Meter

Fungsi                         :  Mengukur pH Larutan

Cara Penyimpanan     :Cabinet, kering, elektroda terlindungi dan tidak kering dari larutan KCl jenuh, Ketika disimpan, pH meter tidak boleh berada pada suhu ruangan yang panas karena akan menyebabkan sensor suhu pada alat cepat rusak.

Cara Kerja                  : Mencelupkan alat ke air Melihat skala dan menekan tombol

Prinsip kerja                :pH adalah didasarkan pada potensial elektro kimia yang terjadi antara larutan yang terdapat di dalam elektroda gelas yang telah diketahui dengan larutan yang terdapat di luar elektroda gelas yang tidak diketahui.

 

  1. 3.      Soil tester

Fungsi                         : Mengukur ph Kelembapan tanah

Cara Penyimpanan     :  Lemari Kaca yang tertutup

Cara Kerja                  :

1)      Menancapkan ujung alat runcing ke dalam tanah hingga sel-selnya terbenam dalam tanah dan membiarkan beberapa saat.

2)      Melihat skala besar/atas untuk penentuan pH tanah.

3)      Menekan tombol yang berada di samping alat untuk menentukan kelembaban tanah setelah dibiarkan beberapa saat dan melihat skala kecil/bawah sebagai penunjuk kelembaban tanah.

Prinsip kerja                :Masukan ujung tester ke dalam tanah,kemudian muncul hasil ph pada kelembaban.

  1. 4.      Lux Meter

Fungsi                         :  Untuk mengukur intensitas atau jumlah cahaya di sekitar kita

Cara Penyimpanan     :  Ditempatkan dalam lemari kaca tertutup.

Cara Kerja                  :Bila intensitas cahaya di tempat tersebut cukup menekan x1 atau  x10

Namun bila tidak bereaksi dilakukan alternatif lain dengan menutup   ½ atau ¼ bagian dari alat tersebut.Menghitung intensitas dengan melihat skala x2 (bila ½).

Prinsip kerja                : Diperlukan sebuah sensor yang cukup peka dan linier terhadap cahaya.sehingga cahaya yang diterima oleh sensor dapat diukur dan ditampilkan pada sebuah tampilan pada sebuah tampilan digital.

  1. 5.      Preparat awetan

Fungsi                         : Untuk kejelasan objek dan antisipasi dalam kelangkaan objek yang        akan di amati.

Cara Penyimpanan     : Di simpan di dalam lemari baik yang preparat awetan basah dan kering

Cara kerja                   : Mengamati preparat awetan tersebut dengan melihat dari berbagai sudut sehingga praktikan dapat mengetahui dengan jelas preparat yang di amati.

Prinsip kerja                :karena dalam preparat basah mengandung formalin di campur AQUADES di himbau jagan sampai tutup toples dibuka karena akan mengakibatkan cairan akan menghambar dan dapat membuat pusing,pada preparat awetan kering jagan di buka karena akan merusk bentuk asli perparat.

  1. 6.      Barometer

Fungsi                         :  Mengukur kecepatan angin

Cara Penyimpanan     :  Di simpan dalam lemari yang tertutup.

Cara Kerja                  :  Letakkan pada pada pohon

Kemudian melihat skala.

Prinsip kerja                : Mengetahui berapa besar kecepatan angin.

  1. 7.      Jangka sorong

Fungsi                         : Mengukur massa

Cara Penyimpanan     : Disimpan dalam lemari tertutup.

Cara Kerja                  :

  1. melihat  posisi angka nol pada skala nonius terhadap skala utama.
  2. Mencari garis skala nonius yang berimpit dengan skala utama.
  3. mengukur panjang benda dengan mengunakan jangka sorong.
  4. Mengulangi  percobaan tersebut sebanyak 5 kali untuk memperoleh ketelitian

Prinsip kerja                : Jepit objek dengan pengukur,pada gagang alat akan muncul skala angka ukuran objek.

  1. 8.      Loupe

Fungsi                         : Untuk memperbesar suatu objek yang akan diamati,benda-benda kecil yang tidak dapat di lihat dengan mata secara langsung dengan menggunakan lensa cembung atau lensa positif

Cara Penyimpanan     : Di simpan dalam almari kaca yang dalam keadaan kering.

Cara kerja                   : Di letakkan di atas objek yang akan di amati sehingga terjadi perubahan dalam bentuk objek yang awal kecil menjadi besar dan dapat di amati dengan jelas.

Prinsip kerja                :Alat yang menggunakan prinsip kerja tekanan udara (barometrik), yaitu setiap ketinggian memiliki lapisan udara dan tekanan yang berbeda-beda.

  1. 5.       Neraca

Fungsi             : untukmenghitung massa jenis.

Cara penyimpanan     : di tempatkan dalam lemari kaca yang tertutup.

Cara kerja                   : Anak timbanganberada pada nerecaitu sendiri. Kemampuan  pengukuran dapat diubah dengan menggeser posisi anak timbangan sepanjang lengan anak timbangan dapat digeser menjauhi atau mendekati poros neraca. Massa benda dapat diketahui dari penjumlahan masing – masing posisi anak timbangan sepanjang lengan. Dan memiliki tingkat ketelitian lebih baik.

Prinsip kerja                : keseimbangan  massa.

  1. 6.      Kompas

Fungsi                         : Digunakan untuk petunjuk arah.

Cara penyimpanan     : Di simpan dalm lemari kaca yang tertutup.

Cara kerja                   :Dengan meletakan dalam suatu tempat untuk petunjuk arah agar mengetahui arah.

Prinsip kerja                :Dengan menggunakan medan magnet.kompas dapat menunjukkan kedudukan dari kutub-kutub magnet bumi. Dengan ketentuan bahwa kompas terganggu oleh magnet dan medan listrik yang berada disekitar kompas.

  1. 7.      Termometer

Fungsi                         :Untuk mengukur suhu

Cara penyimpanan     : Diletakan pada ruangan dan tempat kering.

Cara kerja                   :Menggantung thermometer pada suatu tempat, kemudian melihat skalanya.

Prisip kerja                  :Zat untuk termometer haruslah zat cair dengan sifat termometrik artinya mengalami perubahan fisis pada saat dipanaskan atau didinginkan ,misalnya raksa dan alkohol.

 

  1. 8.      Higrometer

Fungsi                         :Mengukur Kelembapan udara relative (RH)

Cara penyimpanan     :Di dalam Lemari kaca

Cara kerja                   :Meletakkan di tempat yang akan diukur kelembabannya, kemudian tunggu dan bacalah skalanya. skala kelembaban biasanya ditandai dengan huruf h dan kalau suhu dengan derajat celcius.

Prisip kerja                  :Dengan menggunakan dua thermometer.Thermometer pertama dipergunakan untuk mengukur suhu udara biasa dan yang kedua untuk mengukur suhu udara jenuh/lembab (bagian bawah thermometer diliputi kain/kapas yang basah)

 

  1. 9.      Lemari pendingin

Fungsi :                       : Untukmenjagakesegaranbahan yang beradadidalamnya.

Cara penyimpanan     : Ditempat yang cukupudara.

Cara kerja                   :Memasukkanbahanlemaries.

Prisip kerja                  : Kulkas menyedot panas keluar dan mengubah fase operasi dengan sebuah putaran refrigerator. Kulkas terdiri dari dua bagian, yaitu lemari pendingin dan lemari pembeku.

  1. 10.  Patung organ tubuh/torso

Fungsi                         :Guna mendeskripsikan nama, letak, serta fungsi organ tubuh tersebut.

Cara penyimpanan     : Di atas lemari.

Cara kerja                   :Di demonstrasikan guru di depan kelas guna mendeskripsikan nama, letak, serta fungsi organ tubuh tersebut.

Prinsip kerja                :Torso bagian-bagian atau komponen organ tubuh manusia tersebut dapat dilepas dengan mudah

  1. 11.  Bunsen

Fungsi                         :Untuk memanaskan medium, mensterilkan  jarum inokulasi dan alat-alat yang terbuat dari platina dan nikrom seperti jarum platina dan ose

Cara penyimpanan     :Disimpan dalam lemari kaca.

Cara kerja                   :a.Menyalakan Bunsen.

b.Memanaskan alat-alat tersebut di atas api sampai pijar.

Prisip kerja                  :Menggunakan prinsip kapilaritas,spitus tertarik dan merembes ke atas,sehingga saat bunsen ujung bunsen yang disulut api tetap hidup karena spirtus naik ke atas.

  1. 12.  Tata tertip praktikan pada lab.biologi
  • Praktikan datang dengan tepat waktu
  • Setiap kali praktikum,praktikan harus membawa

-          Petunjuk praktikum

-          Kartu daftar hadir

-          Pensil dan alat tulis yang relevan

-          Jas laboratorium

-          Bahan dan alat yang sesuai dengan praktikum yang akan dilaksanakan

  • Praktikan yang menghilangkan atau merusakkan alat,baik sengaja ataupun tidak,harus mengganti dengn alat yang kualitasnya sama dalam waktu yang di tentukan.
  • Setiap praktikum praktikan harus membersihkan dan mengembalikan alat seperti sediakala. Ruangan laboratorium yang di tinggalkan harus dalam keadaan bersih.
  • Setiap kali praktikum,praktikan harus membuat laporan sementara yang di acc oleh pengampu. Laporan praktikum yang sesungguhnya dikumpulkan dalam waktu yang ditentukan, dan laporan sementara sebagai lampiran.
  • Praktikan dilarang melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan keselamatan jiwa maupun laboratorium seisinya.
  1. 13.  Papan tulis
  1. 14.  Sup kontak
  2. 15.  Tabung firemax

Fungsi                         :Untukmemadamkanapisaatterjadikebakarankecildalamlaboratorium.

Cara penyimpanan     :Letakan dekat dinding atau digantung pada dinding yang penempatannya yang strategis dekat pintu agar memudahkan dalam penggunaan apabila trjadi kecelakaan kebakaran.

Cara kerja                   :Disemprot pada benda yang terbakar.

Prinsip kerja                :Gas oksigen ke titik kebakaran ,membantu pada proses pemadaman api

  1. 16.  Oven

Fungsi                         : Untuk mengeringkan bahan-bahan yang menggandung air.

Cara penyimpanan     : Diatas meja dinding dan jaga situasi agar tidak lembab.

Cara kerja                   :

  1. Tombol POWER (tombol yang digunakan untuk menghidup/ mematikan oven.
  2. Knop berwarna biru berfungsi  untuk menaik turunkan kecepatan putaran kipas dan terdapat tombol untuk menyalakan da mematikan kipas.
  3. Pada bagian depan oven terdapat 2 layar yang menunjukan suhu,layar PV menunjukan suhu alat sedangkan layar SV menunjukan  suhu yang diinginkan.
  4. Tombol SET,UP (panah keatas) dan DOWN (panah kebawah) digunakan untuk mensetting suhu/waktu yang diinginkan.
  5. Dalam penggunaan oven,setelah pintu oven dibuka,alat yang ingin dikeringkan dimasukan kedalam dan pintu ditutup kembali.
  6. Setelah  itu,tambol POWER ditekan,kipas dinyalakan dan kecepatan kipas juga diatur.
  7. Kemudian set suhu dengan menekan tombol SET.layar SV akan menunjukkan suhu yang hampir sama dengan layar SV.
  8. Tunggu hingga layar PV menunjukkan suhu yang hampir sama dengan layar SV.
  9. Lalu oven dimatikan dengan menekan tombol POWR alat dikeluarkan dari dalam oven.

Prinsip kerja                : dengan gelombang elektromagnetik super tinggi.

  1. 17.  Lemari arsip
  2. 18.  Stirrer

Fungsi                         :Mengadukdanmemanaskanair

Cara penyimpanan     :Simpan ditempat yang aman dan bersih.

Cara kerja                     :

• Siapkan hot plate magnitik stirrer
• Siapkan bahan nutrisi yang akan dicampur/ diramu sesuai dengan kebutuhan
• Masukkan nutrisi kedalam Erlenmeyer
• Letakkan Erlenmeyer dan kapsul pengaduk di atas hot plate magnetic stirrer
• Nyalakan dengan menekan tombol “on”
• Putar tombol untuk mengatur kecepatan putaran kapsul pengaduk pada Erlenmeyer
• Biarkan ramuan tersebut bercampur sampai homogen dan mendidih
• Putar panel pengatur kecepatan putar kearah kiri sehingga kapsul magnetic berhenti
• Matikan alat dengan menekan tombol “off”:
• Angkat Erlenmeyer dengan menggunakan lap
• Bersihkan alat, sehingga dalam keadaan siap pakai.

Prinsip kerja                 :

• Hot plate magnetic stirrer digunakan untuk memasak/ meramu segala macam bahan nutrisi dengan melibatkan pengaduk dan pemanas.
• Pengadukan dan pemanas yang dihasilkan oleh alat ini bersumber pada energi listrik.
• Besarnya kecepatan pengaduk dan pemanasan dapat diatur berdasarkan keperluan.

  1. 19.  Coloni counter

Fungsi                         :Mengitungjumlahbakteri,Untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawankarena adanya kaca pembesar

Cara penyimpanan     :DidalamLemari yang bersih.

Cara kerja                   :Dilengkapidenganskala/ kuadran yang sangat bergunauntukpengamatanpertumbuhankolonisangatbanyak. Jumlahkoloni padacawan Petri dapatditandaidandihitungotomatis yang dapatdireset.

Prinsip kerja                :Penghitungan jumlah koloni mikroba menggunakan arus listrik sebagai sumber penghitung jumlah koloni.

  1. 20.  Timbangan digital

Fungsi                         :menimbang digital dalamukuran mg

Cara penyimpanan     :DidalamLemarikaca.

Cara kerja                   :

  1. Pastikan bahwa timbangan sudah menyala.
  2. Pastikan timbangan menunjukkan angka ”nol”( jika tidak perlu di koreksi).
  3. Letakakan benda yang massanya akan diukur pada piringan tempat benda.
  4. Baca skala yang tertera pada display digital sesuai skala satuan timbangan tersebut.
  5. Untuk pengukuran yang sensitivitasnya tinggi perlu menunggu 30 menit, karena hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan.

 

Prinsip kerja                :Timbangan ini digunakan untuk menimbang berbagai macam bahan dengan ketelitiandibawah 1 gram. Penunjukan angka berat bahan dengan menggunakan arus listrik sebagai sumber energi.

 

  1. 21.  Inkubator

Fungsi                         :Untuk menginkubasi atau mengembangbiakkan,pertumbuhan mikrobakteri.

Cara penyimpanan     :Di tempat yang bersihdansuhuudaratercukupi.

Cara kerja                   :Masukan bahan yang di dalamnya terdapat mikrobakteri yang akan di kembangbiakan tunggu hingga waktu yang di buthkan sehingga bakteri berkembang.

Prisip kerja                  : Bagian dalamnya terdapat rak yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan mikroorganisme yang akan diinkubasi.

  1. 22.  Buret

 

Fungsi                         : Untuk meneteskan sejumlah reagen cair dalam eksperimen yang memerlukan presisi, seperti pada eksperimen titrasi.

Cara Penyimpanan     : Di tempatkan di lemari kaca

Cara kerja                   :Buret sangatlah akurat sehingga dalam pengukuran haruslah berhati-ati dan teliti untuk menghindarigalat sistematik. Ketika membaca buret, mata harus tegak lurus dengan permukaan cairan untuk menghindari galat paralaks. Bahkan ketebalan garis ukur juga mempengaruhi; bagian bawah meniskus cairan harus menyentuh bagian atas garis. Kaidah yang umumnya digunakan adalah dengan menambahkan 0,02 mL jika bagian bawah meniskus menyentuh bagian bawah garis ukur. Oleh karena presisinya yang tinggi, satu tetes cairan yang menggantung pada ujung buret harus ditransfer ke labu penerima, biasanya dengan menyentuh tetasan itu ke sisi labu dan membilasnya ke dalam larutan dengan pelarut.

 

  1. 23.  Cawan petri

Fungsi                         :Untuk membiakkan sel. Dan biasanya cawan petri digunakan sebagai wadah untuk mengkultur bakteri, khamir, spora, atau biji-bijian.

Cara penyimpanan     :Di tempatkan dalam lemari dengan suhu tidak lembab.

Cara kerja                   :Cawan petri selalu berpasangan, untuk ukurannya agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya. Cara kerjanya dengan memasukan bakteri, khamir, spora atau  biji-bijian kedalam cawan petri  keudian ditutup,amati pembiakan sel yang  terjadi.

Prisip kerja                  :Cawan petri biasanya disterilkan bersama dengan kertas saring di dalamnya. Cawan petri perlu dicuci bersih kemudian dikeringkan, setelah kering dibungkus dengan kertas putih cokelat untuk disterilisasi dengan oven. Alat ini berfungsi untuk pembuatan kultur media.

  1. 24.  Beker glass

Fungsi                         : Digunakan untuk menggaduk,mencampur dan memanaskan cairan yang biasanya             digunakan dalam laboratorium.

Cara penyimpanan     :Ditempatkan dalam lemari kaca yang tertutup.

Cara keja                    :Beaker glass biasadigunakanuntukmembuatlarutan-larutansepertilarutanHCl, NaOH, asamsulfatdansebagainya. dalammembuatlarutandengan beaker glass harusdiperhatikan K3nya, yaituapabilamembuatlarutanasamencermakadidalambeakerglassdiletakkansejumlahaquadestterlebihdahulukemudiandimasukkansejumlahasamsesuaidenganperhitungantakaran. Yang dimaksuddengantakarandisiniadalahseberapabanyakasam yang akandipipetuntukmembuatsuatularutandengankonsentrasitertentu. Beaker glass yang berfungsisebagaipemanas, maksudnyaadalah beaker glass digunakanuntukmemeanaskanbahanataularutan, misalnyamemanaskanaquadestuntukmembuatlarutanNaOH.

Contoh pada perlakuan uji biuret;

  • mencampurkan 2ml sususegardengan 2ml NaOH 10% dalamtabungreaksi, kemudiandikocok
  • SelanjutnyamenambahkanbeberapatetesCuSO , maksimum 10 tetes, kocokkembalisehinggaterbentukwarnabirulembayung
  • mengulangi test initerhadapputihtelur
  • Bilamenggunakanputihtelur, tidakdiletakkan di penangas air.

 

  1. 25.  Autoklaf

Fungsi                         :Untuk mensterilkanberbagai macam alat dan bahan praktikum.

Cara penyimpanan     :Pada tempat dalam keadaan lembab dan kering.

Cara kerja                   :

-       dikeluarkan isi autoklaf dengan hati-hati.Sebelum melakukan sterilisasi cek dahulu banyaknya air dalam autoklaf.jika air kurang dari batas yang ditentukan,maka dapat ditambah air sampai batas tersebut.

-       Gunakan air hasil hasil destilasi.untuk menghindari terbentuknya kerak dan karat

-       Masukkan peralatan dan bahan,jika mensterilisasi botol tertutup ulir,maka tutup harus dikendorkan.

-       Tutup autoklaf dengan rapat lalu kencangkan baut pengaman agar tidak ada uap yng keluar dari bibir autoklaf,klep pengaman jagan dikencangkan terlebih dahulu.

-       Nyalakan autoklaf .diatur timer waktu minimal 15 menit pada suhu 121 C.

-       Tunggu sampai air mendidih sehingga uapnya memenuhi kempartemen autoklaf dan berdesak keluar dan klep pengaman.

-       Kemudian klep pengaman ditutup (dikencangkan) dan tunggu sampai selesai, perhitungan waktu 15’ dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm.

-       Jika alarm tanda selesai berbunyi,maka tunggu tekanan dalam kompertemen turun hingga sama dengan tekanan udara dilingkungan (jarum pada preisure gauge menunjuk ke angka nol)

-       Kemudian klep-klep pengaman dibuka dan dikeluarkan isi autoklaf denag hati-hati.

Prinsip kerja                : Menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi 121 C selam kurang lebih 15 menit.

  1. 26.  Gelas kimia

 

Fungsi                         :Tempat untuk melarutkan zat yang tidak butuhketelitian tinggi

Cara penyimpanan     :Disimpan dalam lemari kaca yang dalam keadaan tidak lembab.

Cara kerja                   :Melarutkan zat yang tidak butuh ketelitian tinggi ,misalnya pereaksi/reagen untuk analisa kimia kualitatif atau untuk pembuatan larutan standar sekunder pada analisa titrimetri/volumetri.terdapat berbagai ukuran mulai dari 25 mL sampai 5 liter.jadi tidak cocok untuk pembuatan larutan yang perlu ketelitian tinggi (secara kuantitatif)

Prinsip kerja                :Menggunakan skala (mililiter) pada gelas sebagai pengukur volume

  1. 27.  Labu ukur

 

 

Fungsi                         : Untuk mendapatkan larutan zat tertentu yang nantinya hanya digunakan dalam ukuran yang terbatas hanya sebagai sampel dengan penggunaan pipet.

Cara penyimpanan     :Disimpan dalam lemari kaca dengan keadaan kering dan tertutup

Cara kerja                   :Sebelumdigunakanlabuukurterlebihdahuludicucimenggunakan.sabun agar zat-zat yang tidak dibutuhkan dapatterlarutdanakhirnyaterbuang,lbuukurharusdalamkeadaankering.

Ada beberapalangkahdalammempersiapkansuatularutandenganmolaritastertentu:

  • Zat terlarut ditimbang teliti ke dalam sebuah labu volumetri ( labu ukur ).
  • Ditambahkan air suling.
  • Campuran digoyang melingkar ( diolek ) untuk melarutkan zat terlarut
  • Setelah ditambahkan air lagi, digunakan pipet tetes untuk menambahkan air dengan hati – hati sampai volume permukaan cairan tepat berimpit dengan tanda lingkaran pada leher labu.
  • Labu disumbat dan kemudian dikocok agar larutan seragam.

Prinsip kerja                :Sama dengan cara kerja.

 

  1. 28.  SPATULA

Fungsi                         : Alat untuk mengambil obyek,berbentuk sendok kecil,pipih dan bertangkai.juga untuk mengaduk dalam pembuatan larutan kecuali larutan asam.

Cara penyimpanan     : Disimpan dalam lemari kaca yang tertutup.

Cara kerja                   :Sebatang kaca yang berdiameter 4 mm, dipotong menurut panjang yang sesuai dan ujung – ujungnya dibulatkan dengan nyala Bunsen. Batang itu panjangnya seharusnya 20 cm untuk digunakan pada tabung reaksi dan 8 – 10 cm untuk pinggan dan gelas piala kecil. Pipa kaca berongga tidak boleh digunakan sebagai batang pengaduk. Suatu batang yang satu ujungnya runcing yang dibuat dengan memanaskan sebatang batang kaca pada nyala, kemudian menarik pada waktu masih lunak seperti dalam membuat jet kaca dan menatahkan menjadi dua, digunakan untuk melubangi ujung kerucut kertas saring untuk meindahkan isi kertas saring ke bejana lain, dengan semprotan air dari sebuat botol cuci.

Prinsip kerja                :Politena  pada batang pengaduk dan suatu dayung kipas pada kedua ujungnya berfungsi sebagai policeman yang memusatkan pada temperatur laboratorium,dayung dapat dilekukkan dalam berbagai bentuk.

 

 

Contoh alat lab.2 :

  1. 1.      Water bath

Fungsi                         :Untuk memanasi suatu substansi yang tidak dapatdipanasi secara langsung dengan lampu Bunsen atau piring panas. Memanasilarutandenganbantuan air.

Cara penyimpanan     :Diatasmejadinding dalam keadaan ruangan kering.

Cara kerja                   :

-          Masukkan terlebih dahulu air kedalam penangas air.

-          Letakkan cincin-cincin penahan sesuai dengan wadah larutan yang akan di pakai

-                    Hidupkan alat dengan cara menekan tombol power “on” dengan tanda

-                    Tetapkan suhu dengan cara menekan lama tombol “set”sambil diputar tombol “on” hingga batas suhu yang di inginkan.

-                    Untuk menentukan berapa suhunya, dapat pula ditentukan waktunya dengancara putarkan tombol “on” ke arah / symbol timer , lalu set waktunya.

-                    Matikan alat dengan cara menekan kembali tombol power “off” dengantanda.

Prisip kerja                  :Alat pemanas yang menggunakan heater kering.heater ini dikontrol menggunakan sebuah trermostat.

  1. 2.      Lemari kaca
  2. 3.      Apar

Fungsi                         :Untukmemadamkanapiringanpadalaboratorium

Cara penyimpanan     :Tempat yang cukupudara

Cara kerja                   : Disemprotkan pada benda yang terbakar.

Prisip kerja                  : Gas oksigen ke titik kebakaran,membantu pada proses pemadaman api.

 

  1. 4.      Ruang asam

Fungsi             : Tempat atau ruangan penyimpanan bahan asam.

Cara kerja       :Untuk pekerjaan yang melibatkan zat-zat yang berbahaya seperti asam pekat dan zat yang menghasilkan gas-gas berbahaya, dibutuhkan adanya ruang asam atau lemari asam. Ruangan atau lemari asam ini dilengkapi dengan exhaust fan dan cerobong untuk saluran pembuangan dan kran air.
Bagian dalam dari lemari asam sebaiknya terbuat dari bahan yang tahan terhadap panas dan zat kimia dan untuk bagian dasarnya terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan.

  1. 5.      Corong buchner

 

 

Fungsi                         : Untuk penyaringan vakum.

Cara penyimpanan     :Di dalamlemarikaca

Cara kerja                   : Bahan penyaring (biasanya kertas saring ) diletakkan diatas corong tersebut dan dibasahi dengan pelarut untuk mencegah kebocoran pada awal penyaringan .cairan yang akan disaring ditumpahkan kedalam corong dan dihisap kedalam labu dari dasar corong yang berpori dengan pompa vakum.terbuat dari porselen ada juga yang terbuat dari plastik dan kaca,dibagian atasnya terdapat sebuah silinder dengan dasar yang berpori-pori.

Prisip kerja                  :prinsipnya hampir sama dengan cara kerja dari corong buchner.

 

  1. 6.      Kompor listrik

Fungsi                                     : Memanasakan bahan

Cara penyimpanan               :disimpan dalam lemari kaca yang kering.Prisip kerja                           :

  1. hubungkan kompor listrik dengan aliran listrik
  2. hidupkan tombol dengan menekan dan memutarnya
  3. sesuaikan besarnya api dengan kebutuhan

Prisip kerja                              :Menggunakan listrik sebagai sumber utama ,setelah itu diubah menjadi panas(kalor)

 

  1. 7.      Meja dinding

Fungsi                         : Sebagai tempat dalam menaruh barang-barang atau alat-alat dalam praktikum yang mempunyai berat ringan.

  1. 1.      Pipet

Fungsi                         :Untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil.

Cara penyimpanan     :Simpan dalam wadah dari pipet dan disusun dengan rapikemudian di simpan dalam lemari kaca.

Cara kerja                   :Dengan memperlakukan pipet dalam keadaan berdiri tegak dengan posisi karet berada diatas,celupkan ujung pipet ke dalam larutan yang akan diambil tekan atas pipet sehingga udara keluar dan air masuk tekan terus hingga dileas saat sampai pada sesuatu yang akan di campur dengan larutan yang ada di pipet tersebut.

Prinsip kerja                :Dengan menggunakan tekanan yang diberikan oleh tangan praktikan dalam menekan atau memencet kepala pipet yang lentur dan elastis sehingga udara yang ada didalam pipet keluar digantikan oleh air yang ditarik kedalam.

 

  1. 2.      Mikroskop

Fungsi                         :Melihat benda-bnda kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata secara langsung.

Cara penyimpanan     : Disimpan dalam lemari kaca yang dalam keadaan kering.

Cara kerja                   :

  • lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai “apertura” yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah sperimen,sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
  • Lensa okuler adalah lensa mikroskop yng terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat,dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.
  • Lensa kondensor adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.
  • Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan pembesarannya pun akan kurang optimal.

Prisip kerja                  :

  • memantulkan cahaya melalui cermin,lalu diteruskan hingga lensa obyektif
  • dilensa obyektif bayangan yang dihasilkan adalah maya,terbalik dan diperbesar
  • kemudian bayangan akan diteruskan dan dihasilkan bayangan tegak,nyata dan diperbesar oleh mata pengamat
  • semakin banyak cahaya yang dipantulkan melalui cermin ,maka akan semakin terang pula mikroorganisme yang dilihat.
  • Mikroorganisme ini memiliki perbesaran obyektif (10x an 40x)sera pembesaran okuler (10x)
About these ads

About rifqisalafuddin

selalu berjuang demi impian yang tertunda

Posted on Maret 1, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: